{"id":5235,"date":"2023-11-18T12:04:56","date_gmt":"2023-11-18T12:04:56","guid":{"rendered":"https:\/\/batikprabuseno.com\/artikel?p=5235"},"modified":"2023-11-20T15:02:35","modified_gmt":"2023-11-20T15:02:35","slug":"batik-motif-tambal-yogyakarta-konon-bisa-menyembuhkan-orang-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/edukasi\/batik-motif-tambal-yogyakarta-konon-bisa-menyembuhkan-orang-sakit\/","title":{"rendered":"Batik Motif Tambal Yogyakarta, Konon Bisa Menyembuhkan Orang Sakit"},"content":{"rendered":"\n<p>Batik motif tambal memiliki makna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak dalam kehidupan manusia. Batik motif Tambal memiliki ciri khas dengan motif bidang segitiga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Batik ini merupakan <a href=\"https:\/\/batikprabuseno.com\/artikeledukasi\/5-macam-motif-batik-khas-yogyakarta-dan-maknanya\/\" title=\"batik khas Yogyakarta\">batik khas Yogyakarta<\/a>. Berikut adalah penjelasan mengenai makna batik motif Tambal dan ciri khasnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"393\" height=\"280\" src=\"https:\/\/batikprabuseno.com\/artikelwp-content\/uploads\/2023\/11\/2019-11-14_20_34_28_7957.jpg\" alt=\"batik tambal\" class=\"wp-image-5238\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2019-11-14_20_34_28_7957.jpg 393w, https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2019-11-14_20_34_28_7957-300x214.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 393px) 100vw, 393px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber foto Perpustakaan Digital Indonesia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-8b31d870 gb-headline-text\"><strong>Makna Batik Motif Tambal:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-86ef7483 gb-headline-text\"><strong>Keutuhan dan Kesatuan:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Motif Tambal seringkali mencerminkan makna keutuhan dan kesatuan. Pilihan motif tambal yang terdiri dari potongan-potongan kecil yang digabungkan menjadi satu menyimbolkan pentingnya menjaga keutuhan dan kesatuan dalam hidup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-cbcf6e9f gb-headline-text\"><strong>Cerita Kehidupan:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Motif Tambal kadang-kadang juga diartikan sebagai cerminan dari kehidupan yang penuh liku dan keberagaman. Setiap motif merepresentasikan fase-fase berbeda dalam hidup meskipun berbeda, tetap membentuk keseluruhan yang harmonis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"gb-headline gb-headline-153e7ffe gb-headline-text\"><strong>Ciri Khas Batik Tambal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-daceecc7 gb-headline-text\"><strong>Motif Segitiga yang Tercipta dari bidang segi empat:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri paling mencolok dari batik motif Tambal adalah motif bidang segitiga kecil yang berbentuk seperti &#8220;tambalan&#8221; yang disusun secara artistik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"gb-headline gb-headline-913c7efc gb-headline-text\"><strong>Kombinasi Warna yang Beragam&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Batik Tambal seringkali menggunakan kombinasi warna yang beragam pada setiap motifnya. Hal ini menciptakan kontras dan keindahan visual yang memperkaya desain batik.  <\/p>\n\n\n\n<p>Selain motifnya yang cantik, batik motif tambal memiliki mitos yang menarik. Konon ceritanya batik motif tambal dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit. Caranya dengan menyelimuti orang sakit dengan batik bermotif tambal.<br><br>Dengan, adanya perkembangan jaman, batik motif tambal tidak hanya digunakan sebagai selimut, tapi juga pakaian seperti kemeja, ataupun dress.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, apakah kamu tertarik memakainya? Untuk pembelian baju batik prabuseno bisa <a href=\"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/\" title=\"klik di sini\">klik di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik motif Tambal memiliki ciri khas dengan motif bidang segitiga. Batik ini merupakan batik khas Yogyakarta, konon batik ini bisa menyembuhkan orang sakit.<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5291,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105],"tags":[],"class_list":["post-5235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5235"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5321,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5235\/revisions\/5321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.batikprabuseno.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}