Mengenal Batik Lorok dan Kecantikan Motif Tradisionalnya

Pangesti PNG

Batik adalah seni kuno yang tidak hanya memperindah kain, tetapi juga menyimpan sejarah dan warisan budaya dari sebuah daerah. Di Jawa Timur, seni batik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas budaya. Dengan corak yang khas dan makna yang dalam, batik Jawa Timur terus mempesona dunia dengan keindahannya.

Di Jawa Timur, jejak batik dapat ditelusuri hingga masa kerajaan-kerajaan kuno. Para pengrajin batik di wilayah ini telah mengembangkan teknik dan motif yang unik selama berabad-abad, menciptakan warisan seni yang tak ternilai harganya.

Salah satu batik klasik khas Jawa Timur adalah Batik Lorok dari Pacitan. Batik ini diperkirakan sudah ada sejak 1960an dan mengalami beberapa perubahan motifnya.

Sejarah Batik Lorok

Awal mula Batik Lorok terkenal konon katanya dari dua orang bersaudara dari Belanda bernama E. Coenraad dan M. Coenraad. Pabrik batik mereka mengadopsi warna batik Solo dan Jogja yaitu biru nila dan cokelat sogan.

Masyarakat percaya bahwa Coenraad bersaudaralah yang memperkenalkan batik ke daerah Pacitan, namun sayang sampai detik ini belum ada peninggalan nyata baik bekas bangun pabrik atau pun peninggalan lainnya yang memperkuat pernyataan bahwa Coenraad bersaudara yang memperkenalkan batik di Pacitan.

Kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat akan sejarah pabrik Coenraad dan asal muasal batik Pacitan datang, menjadi perhatian khusus. Diharapkan pemerintah memberikan sarana untuk menggali lebih dalam tentang sejarah batik di Pacitan.

Batik Lorok dari Waktu ke Waktu

Awal tahun 1960an batik Lorok memiliki motif yang kecil-kecil dan rumit menandakan para pengrajin sangat teliti dalam pembuatan batik. Batik Lorok memiliki warna khas biru dan cokelat sogan dengan kehalusan kainnya yang terkenal. Fungsi kain batik sebagai kain panjang.

Namun di tahun 1980an, batik lorok mengalami perubahan fungsi, pada tahun ini masyarakat Pacitan mulai menggunakan kain batik sebagai pakaian, baik pakaian wanita ataupun pria.

Motif-motif batik lorok pada tahun 1980an mulai beragam, yang awalnya dipengaruhi motif batik tradisional Jogja dan Solo, motif batik Madura mulai mempengaruhi motif Batik Lorok.

Pada tahun 1990-2000an motif batik lorok mulai dipengaruhi oleh batik pesisir dengan warna merah, hijau muda, kuning dan motifnya pun beragam. Pengrajin-pengrajin batik juga merupakan kalangan muda dari lulusan universitas yang memberi pelatihan kepada pengrajin lokal.

Batik-batik dengan motif alam sekitar mulai bermunculan. Pada tahun 2003 Batik Lorok mendapat rekor muri batik terpajang 400 meter. Pada tahun 2010an, muncul 2 tipe Batik Lorok, batik klasik modern dan batik pewarna alami.

Batik Lorok bukan hanya sekadar kain berwarna-warni, tetapi juga merupakan ekspresi dari kekayaan budaya dan sejarah yang kaya. Melalui coraknya yang indah dan maknanya yang mendalam.

Batik Lorok terus menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat lokal. Semoga keindahan dan kekayaan warisan budaya ini terus dijaga dan dilestarikan untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

Nah, bagi Anda yang ingin memiliki pakaian motif batik? Yuk, kunjungi katalog Prabuseno dan miliki koleksi batik terbarunya!

Artikel Lainnya

Bagikan:

Pangesti PNG

Seorang Copywriter, Graphic Designer dan Brand Consulting.

Leave a Comment