Batik Ecoprint

Khoirul Hudah

Banner

Indonesia sendiri merupakan negara besar dengan keanekaragaman flora dan fauna yang kaya. Menyadari kekayaan alam Indonesia, masyarakat harus bisa mengeksplorasi alam dengan tetap menjaga kestabilan alam. Di kondisi alam Indonesia yang istimewa, ide dan inovasi UMKM sangat cocok, yaitu produk fashion berupa batik Ecoprint. 

Sesuai dengan namanya, Ecoprint berasal dari kata eco atau ecosystem yang berarti lingkungan biologis atau alam, dan print adalah percetakan. Menjiplak dan memasak daunnya mirip dengan proses pembuatan batik sehingga sering disebut dengan batik Ecoprint.

Namun, motif yang dihasilkan dengan sistem Ecoprint didesain lebih modern seperti batik atau dicetak dengan motif batik klasik.

Penjelasan secara singkatnya batik Ecoprint adalah batik yang dimana cara pembuatannya membatik dengan menjiplak daun yang kemudian direbus.

Produsen batik pun melakukan hal tersebut, sehingga lahirlah istilah Ecoprint. Perbedaannya, batiki ini menciptakan motif yang lebih modern atau kekinian.

Batik Ecoprint merupakan salah satu jenis batik yang proses produksinya menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanin atau warna daun, akar atau batang yang diaplikasikan pada kain, setelah itu kain tersebut direbus. 

Perbedaannya dengan batik pada umumnya, batik Ecoprint tidak menggunakan alat seperti canting (alat mirip pensil yang digunakan untuk membatik) dan bahan lilin, melainkan menggunakan bahan alami seperti daun yang menghasilkan warna natural yang berbeda.

Saat memilih bahan kainnya sendiri sebaiknya terdiri dari serat alami, agar warna yang dihasilkan dari tanin daun meresap sempurna dan tahan lama. Kain dan bahan yang diwarnai alami mengurangi risiko Kesehatan ataupun alergi, bahkan pencemaran lingkungan dari proses produksi. Daun yang digunakan hampir terdapat di seluruh Indonesia sebagai ciri khas flora Indonesia. 

Batik ecoprint sendiri banyak ditemukan di luar Indonesia, jadi ini bukan ide baru, namun bahan yang digunakan sangat beragam, seperti pewarna besi berkarat, daun maple, daun nila dan daun kayu putih.

Bertentangan dengan gagasan yang diajukan, yang menonjolkan flora yang hidup di Indonesia. Ada banyak ragam produk fashion yang bisa dibuat, seperti pakaian, kerajinan tangan, tas bahkan blangkon (hiasan kepala khas Jawa Tengah). 

Berbagai produk yang dihasilkan dengan motif batik unik yang terbuat dari daun alam khas Indonesia, aksen ini meningkatkan kekayaan nusantara dan membawa keragaman ke Indonesia.

Produk batik ecoprint dapat dipasarkan secara offline maupun online, tentunya untuk bersaing dengan pasar global maka produk yang diproduksi harus dipasarkan melalui e-commerce internasional seperti Alibaba, Amazon dan Ebay, hal ini akan membantu mengembangkan UMKM yang berdaya saing.

Banner

Bisa jadi karena batik ecoprint sendiri memiliki nilai jual yang menjanjikan untuk membantu mengatasi kemiskinan tanpa merusak alam.

Keuntungan Batik Ecoprint

  1. Ramah Lingkungan

Proses produksi batik Ecoprint jauh lebih ramah lingkungan, tetapi serat alami harus digunakan saat memilih kain. Seolah belum cukup, daun bekas juga bisa diolah menjadi pupuk. Ada juga saran bagi para aktivis untuk terlibat dalam penanaman kembali pohon dan tidak hanya memetik daun sampai gundul. Ini juga menjaga keseimbangan alam.

  1. Motif Selalu Berbeda

Tidak ada daun atau bunga yang sama persis, sehingga tentunya hasil akhir dari teknik printing ini tidak akan sama walaupun menggunakan layout yang sama. Bahkan warna yang dihasilkan berbeda, bahkan dari daun pohon yang sama. Ini membuat setiap produk unik.

  1. Flexible Untuk Semua Kegiatan

Penerapan teknik ini bisa dalam perencanaan acara santai maupun formal. Ada berbagai bentuk dari kemeja hingga daster. Masing-masing dapat memiliki pesona tersendiri.

  1. Harga Jual Tinggi

Dengan pengerjaan berhari-hari, teknik yang natural dan motif yang unik, wajar jika harga jualnya tinggi. Hasil akhirnya jelas menunjukkan keunggulan kualitasnya.

Hambatan Batik Ecoprint

Seperti produk buatan tangan lainnya, produk yang dibuat dengan teknologi Ecoprint dianggap oleh sebagian orang terlalu mahal. Padahal, harga semua produk Ecoprint tidak mahal.

Namun, persepsi harga bukanlah kesalahan mereka, dan juga bukan kesalahan produk Anda. Anda hanya perlu mengarahkannya ke pasar yang tepat. Sebagian besar masyarakat kelas menengah dan atas lebih peduli dengan masalah lingkungan, sehingga mereka lebih senang berpartisipasi.

Selain itu, produk Ecoprint ini juga secara visual elegan dan tidak kalah menarik dengan produk lainnya.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian batik Ecoprint dan peluang bisnis batik Ecoprint di Indonesia. Semoga memberikan pengalaman baru dalam pengetahuan tentang macam-macam batik. Terus lestarikan batik Indonesia .

Artikel Lainnya

Bagikan:

Khoirul Hudah

Seorang profesional dengan keahlian di bidang Hubungan Masyarakat, Penulisan Konten, Komunikasi Pemasaran, dan Spesialis Media Sosial.

Leave a Comment