Perbedaan Batik Ecoprint dengan Batik Tulis Tradisional

Pangesti PNG

Batik adalah seni tekstil tradisional Indonesia yang sudah di akui di UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Fakta menariknya di Indonesia tidak hanya ada batik tulis saja, tapi ada berbagai macam jenis batik.

Salah satunya yaitu batik ecoprint merupakan batik dengan teknik bahan organik seperti daun atau bunga disusun rapi di atas kain tersebut. Warna-warna dari daun atau bunga menciptakan pola pada kain.

Dalam perbandingan batik ecoprint dan batik tulis, kedua teknik ini menunjukkan keunikan dan keindahan tersendiri. Batik ecoprint menonjolkan keindahan alam dengan penggunaan pewarna alami, sementara batik tulis menampilkan keahlian seni yang tinggi dengan motif yang dikerjakan secara manual.

Perbedaan Batik Ecoprint dengan Batik Tulis

Batik ecoprint dan batik tulis adalah dua teknik pembuatan batik yang berbeda dalam hal proses, bahan, dan hasil akhir. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:

1.Proses Pembuatan

Batik Ecoprint: Proses pembuatan batik ecoprint melibatkan pencelupan kain ke dalam larutan pewarna alami yang berasal dari tanaman atau bahan organik lainnya, seperti daun-daunan, kulit buah, dan bahan-bahan alami lainnya.

Setelah itu, kain dibungkus dengan daun-daunan atau bahan organik lainnya, kemudian direkatkan sebelum diolah dengan proses pemanasan yang biasanya menggunakan uap atau direbus.

Batik Tulis: Proses pembuatan batik tulis melibatkan penggambaran motif secara langsung pada kain menggunakan lilin atau malam, yang berfungsi untuk menahan pewarna agar tidak meresap ke bagian tertentu dari kain.

Setelah itu, kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna, kemudian diulangi proses penggambaran dan pencelupan sesuai dengan desain yang diinginkan. Proses ini memerlukan keahlian khusus dari para pengrajin batik.

2.Bahan dan Pewarna

Batik Ecoprint: Batik ecoprint menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman atau bahan organik, seperti daun-daunan, kulit buah, akar, dan lain sebagainya. Pewarna alami ini memberikan nuansa warna yang lembut dan alami pada kain.

Batik Tulis: Batik tulis menggunakan pewarna sintetis atau kimia yang telah diolah khusus untuk digunakan dalam pembuatan batik. Pewarna ini memberikan pilihan warna yang lebih bervariasi dan tahan lama.

3.Hasil Akhir

Batik Ecoprint: Hasil akhir batik ecoprint memiliki pola atau motif yang dicetak secara alami oleh daun-daunan atau bahan organik lainnya yang digunakan dalam proses pencelupan. Motif yang dihasilkan akan bervariasi tergantung pada jenis daun atau bahan organik yang digunakan.

Batik Tulis: Hasil akhir batik tulis memiliki pola atau motif yang dibuat secara manual oleh pengrajin batik menggunakan teknik melukis dengan lilin atau malam. Motif yang dihasilkan lebih detail dan terdefinisi sesuai dengan kreativitas pengrajin dan desain yang diinginkan.

Dengan demikian, perbedaan utama antara batik ecoprint dan batik tulis terletak pada proses pembuatannya, bahan dan pewarna yang digunakan, serta hasil akhir yang dihasilkan.

Keduanya memiliki nilai seni dan keindahan yang unik, tergantung pada preferensi dan selera estetika masing-masing individu.

Nah, bagi Anda yang ingin memiliki pakaian motif batik? Yuk, kunjungi katalog Prabuseno dan miliki koleksi batik terbarunya!

Artikel Lainnya

Bagikan:

Pangesti PNG

Seorang Copywriter, Graphic Designer dan Brand Consulting.

Leave a Comment